PENGANTAR REDAKSI
Dunia pendidikan di Indonesia dihebohkan dangan dipilihnya Nadiem Makariem
yang bukan seorang guru apalagi guru besar sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Satu hal yang sekian banyak statement sebagai Mendikbud, satu hal yang perlu
digarisbawahi yakni pendidikan karakter menjadi prioritas pemerintah saat ini. Dalam
sebuah rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mas Menteri menyatakan,
bahwa “Pertama, yang terpenting itu pendidikan karakter. Sekarang yang sedang terjadi
dengan besarnya peran teknologi, kalau pemuda tidak punya karakter, integritas, analisa
informasi dengan kuat, maka akan tergerus dengan berbagai macam informasi yang tidak
benar.”
Oleh karena itu, tema utama dalam Jurnal Suluh Pendidikan Volume 17, Nomor
2, Desember 2019 ini terkait dengan ajakan Mas Menteri bagi segenap eleman bangsa
dalam menciptakan kesuksesan, yakni pendidikan karakter.
Dari sepuluh artikel pada edisi kali ini, ada enam artikel di antaranya yang membahas
terkait dengan pembelajaran dan pendidikan karakter atau setidak-tidak bersinggungan
dengan Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang bertujuan mencetak
peserta didik mampu membentuk diri berdasarkan kepada karakter-karakter positif
masyarakat Indonesia.
Jurnal Suluh Pendidikan edisi kali ini diawali artikel kolaboratif yang disampaikan
oleh I Nyoman Adi Susila dan Ni Nyoman Karmini dengan judul artikel “Nilai-Nilai
Pancasila dalam Cerita Rakyat Bali sebagai Pembelajaran dan Penanaman Karakter
Bangsa,” yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila
yang terkandung dalam cerita rakyat Bali yang dapat dijadikan pembelajaran dan
penanaman karakter bangsa.
Tulisan kedua, disampaikan oleh Made Kerta Adhi, Ni Putu Seniwati, I Ketut
Ardana dengan artikel “Menyama Braya: Representasi Kearifan Lokal Bali dalam
Pemertahanan Persatuan Bangsa” dengan tujuan bahwa konsep menyama braya dapat
mengembalikan nilai-nilai persatuan dan nasionalisme yang terkandung dalam nilai-nilai
kearifan lokal yang kini termarjinalkan. Menyama braya sebagai salah satu nilai kearifan
lokal Bali juga diharapkan bagian dari pemertahanan persatuan bangsa.
“Implementasi Model Problem Based Learning pada Materi Pengaruh Interaksi
Sosial dan Kebangsaan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 1
Tabanan” adalah artikel ketiga dari karya Wuryati yang mencoba mengimplementasikan
model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan target untuk meningkatkan
hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Tabanan semester ganjil tahun pelajaran
2017/2018 khususnya pada materi pengaruh interaksi sosial dan kebangsaan.
Suluh Pendidikan, 2019, 17 (2)
vi
p-ISSN 1829–894X # e-ISSN 2623-1697
Tiga tulisan berikutnya terkait Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn),
yakni “Pengaruh Pelaksanaan Program Perbaikan dan Pengayaan Terhadap Prestasi
Belajar PKN Siswa Kelas IX SMPN 2 Petang” oleh I Wayan Wiryawan, I Wayan
Kandia, Anak Agung Oka Suciati, dan I Wayan Gata; “Penerapan Metode Make A
Match dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PKN pada Siswa Kelas V SDN 2 Pitera”
oleh Ni Wayan Suini; dan “Peningkatan Prestasi Belajar PKN Melalui Penerapan Model
Kooperatif Numbered Head Together (NHT) pada Siswa SDN 2 Pitera” oleh I Wayan
Sudama. Dari ketiga artikel mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
tidak dapat dinilai dari aspek cognitif ansich, melainkan harus juga dinilai dari aspek
affektif, dan psikomotor. Implikasi demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan tidak hanya dituntut oleh besarnya bahan pembelajaran, tetapi harus
mampu memenuhi ketiga tuntutan, yakni aspek cognitif ansich, affektif, dan psikomotor
beserta dengan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa.
Dua artikel lainnya terkoneksi dengan pelajaran bahasa datangnya dari tulisan
Dewa Ayu Putu Artini berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Thing
Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di SDN 1
Pitera” dan tulisan I Wayan Raiyani berjudul “Model Pembelajaran Make a Match untuk
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris dalam Menulis Teks Prosedur di SMP
Negeri 9 Denpasar.”
Artikel berjudul “Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga
dan Kesehatan Melalui Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Siswa SDN 1 Pitera” karya I
Wayan Sirka mengelaborasi peningkatan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga
dan Kesehatan melalui pembelajaran kooperatif jigsaw.
Pelajaran Matematika penutup edisi Jurnal Suluh Pendidikan kali ini sering
menjadi ‘momok” bagi peserta didik. Akan tetapi karya I Nyoman Susanta berjudul “Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Discovery Learning
Berbantuan Alat Peraga Kubus di SMA,” bereksperimen dengan melalui pembelajaran
model discovery learning berbantuan alat peraga model kubus yang hasilnya belajar
matematika siswa meningkat.
Dengan terbitnya Jurnal Suluh Pendidikan kali ini, kami segenap pengurus
Redaksi Jurnal Suluh Pendidikan IKIP Saraswati Tabanan mengucapkan terima kasih
sebesar-besarnya atas bantuan dan kerja sama dengan semua pihak yang telah mendukung
kelancaran dan konsistensi penerbitan Jurnal Suluh Pendidikan.
Pemimpin Redaksi

Published: 2020-01-07

Articles