CATUR PARIKSA SEBAGAI LANDASANKEPEMIMPINAN HINDUBERBASIS KEARIFAN LOKAL(SUATU TINJAUANPUSTAKA)

  • Nyoman Suryawan IKIP Saraswati
  • I Wayan Gata
Keywords: catur pariksa, kearifan lokal, kepemimpinan

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk kearifan lokal dan kepemimpinan Hindu yang tumbuh dan berkembang pada kehidupan masyarakat khususnya di Bali ditengah serbuan arus globalisasi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetuan dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui kajian beberapa sumber yang terkait dengan kepemimpinan Hindu. Data yang terkumpul kemudian diberikan intepretasi dan kemudian disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Hindu di Bali yang mengacu pada Itiasa dari wiracarita Ramayana dan Mahabharata masih hidup di tengah masyarakat Hindu dalam menjalankan peranannya sebagai pemimpin baik dalam lingkup tradisional maupun formal. Sistem kepemimpinan tradisional ini biasanya akan dilengkapi dengan kepemimpinan modern sesuai dengan perkembangan zaman. Kepemimpinan tradisioan dimaksud diantaranya tertuang dalam ajaran asta berata, sad niti sesana, dan catur pariksa atau catur naya sandi. Kepemimpinan tradisional yang dilandasi ajaran catur pariksaini memungkinkan seorang pemimpin untuk bertindak secara bijaksana dan adil terhadap bawahannya sehingga dapat dicapai tujuan yang diinginkan

Published
2020-12-24