STUDI ANALISIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PELESTARIAN TANAMAN UPAKARA HINDU DI KABUPATEN TABANAN

  • Ni Komang Noviyanti IKIP Saraswati
  • I Made Sudiana IKIP Saraswati
  • I Gede Sudirgayasa IKIP Saraswati
Keywords: Keanekaragaman hayati, Tingkat Pengetahuan, Pelestarian

Abstract

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati, tingkat pengetahuan masyarakat,dan Sekaa Teruna terhadap upaya pelestarian tanaman upakara Hindu di Desa Adat Sanggulan dan Tengkudak Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian eksploratif.Metode pengumpulan data keanekaragaman hayati tanaman upakara menggunakan metode garis transek. Tingkat pengetahuan masyarakat dengan wawancara dan Sekaa Teruna dengan kuisioner. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil keanekaragaman hayati tanaman upakara di Desa Adat Sanggulan sebanyak 46 jenis sedangkan di Desa Adat Tengkudak 33 jenis dalam habitus semak, perdu,pohon kecil,dan besar.Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap upaya pelestarian di kedua desa kategori cukup tinggi. Uji-t, dengan taraf signifikansi 5%, ternyata t-hitung  1,75 < T-tabel 2,16 menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat di kedua desa berbeda tidak nyata. Tingkat pengetahuan Sekaa Teruna Desa Adat Sanggulan sebesar 67,48 (cukup tinggi), sedangkan Desa Adat Tengkudak sebesar 70,52 (tinggi). Hasil uji-t, menunjukkan t-hitung 1,36 < T-tabel   2,01 berarti tingkat pengetahuan Sekaa Teruna berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa:(1) jenis tanaman upakara yang ditemukan di Desa Adat Sanggulan sedikit lebih banyak daripada di Desa Adat Tengkudak, (2) tingkat pengetahuan masyarakat dan Sekaa Teruna di kedua desa adat berkisar pada rentangan cukup tinggi-tinggi, tingkat pengetahuan masyarakat dan Sekaa Teruna di kedua desa tersebut tidak berbeda signifikan.

Published
2020-12-07